Seribu Pintu di Lawang Sewu

Telah lama, bahkan sangat lama dalam usiaku mendengar, melihat di teve, dan membaca kemasyuran Lawang Sewu di tengah Kota Semarang, Jawa Tengah. Bersyukur akhirnya mendapat rezki mengunjunginya pertengahan Ramadhan 2016 ini. 

Lawang Sewu (bahasa Jawa)  bermakna Seribu Pintu. Nama itu diberikan pada gedung ini karena banyaknya pintu yang dimilikinya. Lawang Sewu pada masa penjajahan merupakan kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Dibangun selama tiga tahun (1904-1907). Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein.

NIS sendiri merupakan salah satu perusahaan kereta api pada jaman penjajahan Hindia Belanda, perusahaan ini kadang diakronimkan menjadi NISM.  Perusahaan kereta yang melayani jalur di Jawa Tengah dan Ngayogyakarta Hadiningrat saat ini Daerah Istimewah Yogyakarta, Batavia, Buitenzorg, dan sekitarnya.

Sesungguhnya gedung ini masyur bukan karena sejarah, pintu, dan bentuknya semata. Tapi juga dikenal karena kisah horornya. Namun itu tahun-tahun lalu, sebab Lawang Sewu juga telah dikunjungi di malam hari. (Darmawan Denassa)

Darmawan Denassa di pelataran tengah Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah
Darmawan Denassa di pelataran tengah Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *