Bertemu Kesemek di Melayu

Malam telah larut ketika saya melintas di pertemuan ujung jalan Terminal Kampung Melayu.

Kami pulang dari Casablangka setelah bernostalgia makan konro bakar di warung milik Maming Daeng Tata. Cukup lama tak melintasi Kampung Melayu, ternyata beberapa bagian tidak banyak berubah, salah satunya penjual buah di sudut jalan bagian barat sebelah utara.

Dari jejeran buah yang dijual terdapat jeruk, anggur, salak pondo (Salacca zalacca), pisang, dll. Dari aneka buah itu, perhatian saya langsung tertuju pada tumpukan buah bulat berbedak kapur putih. Ya, Kesemek (Diospyros kaki). Buah ini bagi saya cukup unik, karena warnanya yang putih dan tidak memiliki biji.

Pertama kali menemukan dan merasakan buah Kesemek terjadi 2013 silam di penjual buah tepi jalan di Sanur, Bali. Saya menemukan pohonnya pertama kali di Kaki Gunung Merapi 2015 silam. Kesemek ternyata bukan hanya unik bagi saya, tapi mengandung banyak manfaat untuk kesehatan.(*)

 

Buah Kesemek di penjual buah tepi jalan Kampung Melayu (Foto: Darmawan Denassa)
Buah Kesemek di penjual buah tepi jalan Kampung Melayu (Foto: Darmawan Denassa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *