Untuk Pertama Kali di Klakah

Berkunjung ke Klakah Tengah, sebuah dusun di desa Klakah, kecamatan Selo, kabupaten Boyolali, Jawa Tengah ingatkan masa kecil dengan tembakau. 

Berfoto dengan latar daun tembakau di Klakah Tengah, Selo, Boyolali, Jateng (Darmawan Denassa)
Berfoto dengan latar daun tembakau yang dijemur di Klakah Tengah, Selo, Boyolali, Jateng

Saya memiliki pengalaman persona dengan tanaman, daun, dan bakarang (tungku mengeringkan tembakau yang bercerobong).  Akhir tahun 70-an hingga awal 80-an, di Bilonga kampung kelahiran Dato perempuan saya Bimbi Daeng Taco, keluarga besar kami menjadi petani tembakau.

Masih kecil untuk tahu jika tembakau itu berbuah dan memiliki biji. Informasi biji tembakau saya dapat dalam novel karya Ayu Utami, Saman. Sejak itu saya mau tahu biji tembakau itu seperti apa.

Nah, di kampung yang berada di kaki Gunung Merapi inilah yang mereview hayalan dan pemahaman saya tentang biji tembakau. Saya bayangkan biji tembakau itu bulat, tunggal, kenyal, dan legit untuk di kunyah. Ternyata biji sesungguhnya berukuran kecil, menempel di kulit buah dalam jumlah lebih dari satu.

Di Kalah itulah, pertengahan 2015 untuk pertama kali melihat, memetik, membuka, membelai buah tembakau. Diiringi ucapan ‘ooh, ternyata begini!’ (Darmawan Denassa)

 

Catatan Kaki:

Kini Bilonga secara administratif menjadi bagian dari desa Bategulung, kecamatan Bontonompo. Saat kenganan kecil itu menyusupi memoriku masih menjadi bagian dari desa Bontolangkasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *