Di Lorong Waktu

Saya bergegas menuju Medan Merdeka Barat, melintasi gedung indosat, sapta pesona, dan beberapa kantor kementrian lainnya. Pakaian saya masih beraroma subuh Makassar. Sebuah barang mewah bisa shalat Fajar di Mandai lalu menemukan terik padi disepanjang Sudiatmo.

Pagi ini saya memburu acara peluncuran Joint Issue Stamp (JIS) Indonesia-Thailand di Meseum Gajah atau Meseum Nasional RI. Bergegas ke tempat acara, melewati tempat administrasi, saya bertanya ke petugas tempat pelaksanaan acara. Melintasi koridor selatan ke utara melewati beberapa arca dan koleksi meseum. Ketika menuju gedung sebelah utara itu  perhatian saya tertuju ke sebuah patung dari perunggu, melingkar dan meliuk.

Ketika acara selesai menjelang siang, saya menyempatkan berfoto di depan patung yang kemudian saya tahu bernama Lorong Waktu. Patung karya perupa Nyoman Nuarta ini , benar membawa pesan bawah meseum merupakan jembatan yang akan mengantar kita ke masa lalu dan impian masa depan.

Darmawan Denassa di depan Meseum Nasional
Di depan patung Lorong Waktu Meseum Nasional RI

Ini merupakan kunjungan saya yang kedua ke Meseum yang lahir 24 April 1778 ini. Tidak semua waktu kunjungan silaturahmi ke Jakarta bisa menyisihkan waktu mengunjungi gedung yang berada di bagian barat Monumen Nasional ini. Pertama kali mengunjunginya 2008 silam. Meseum Nasional dalam kunjungan kedua ini menampilkan beberapa perubahan khususnya di halamannya. Salah satunya perahu rempah yang dipajang dibagian utara halaman. (Darmawan Denassa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *